• depan
  • dome
  • wisuda
  • wsuda

.

Dahsyatnya Internet Menerobos Dunia

kalibiru y

KALIBIRU YOGYA OBYEK FOTO

Ir. Aliyadi. MM. M.Kom*
Pariwisata: Siapa yang tidak mengenal internet zaman kini sudah dianggap buta huruf kronis, tidak bisa difungkiri betapa dahsyatnya menerobos segala penjuru dunia, tinggal memilih kalimat yang tepat agar bisa di seaching di mbah google. Hal ini juga dimanfaatkan oleh sektor pariwisata, travel dan penyediaan pendukungnya misal hotel. Ini tidak hanya dalam negeri bahkan bisa mencakup sektor parawisita manca negara, dan tidak usahnkautir dengan bahasa sesuai dengan negara pembaca, jadi hambatan bahasapun suda bisa teratasi.
Misal traveloka, Agoda, KAHA dan masih banyak lagi yang lain, dalam dunia IT disebut dengan e-commerce, semua kebutuhan kita bisa diipenuhi, tinggal pilih menu, baik penerbangan, hotel, bis maupun hotel, dan cara pembayaran yang paling sederhana menggunakan ATM, selain fasilitas lain e-banking, intetnet banking atau menggunakan kartu kredit, selesaintransaksi bukti langsung muncul di gadget kita, syaratnya ada jaringan internet dan tentu berlangganan internet juga.
Pada suatu saat, penulis mempunyai tujuan ke Luar Negeri, dengan menggunakan traveloka semua menu tersedia, tiket pesawat, hotel dan bahkan bis antar negara, yang tidak kalah menariknya kita disuguhi dengan tarif sesuai dengan kemampuan kocek kita, jadi jangan kuatir akan dikemplang (dibohongi).
Bahkan, ada suatu obyek wisata alam gunung di Yogyakarta telatnya di Kulonprogo bernama Kalibiru yang berdekatan dengan waduk Sermo Yogyakarta, penulis sudah hampir setiap minggu ke Yogyakarta saat menempuh S2, nama kalibiru tidak pernah terdengar sebagai obyek wisata, kecuali kaliurang, akan tetapi dengan kehadiran internet, nama-nama baru muncul, seperti Gua Pindul di Gunung Kidul, Kalibiru di Kulonprogo dan banyak lagi obyek wisata lain.
Di Ponorogo tentu ada obyek wisata alam yang sangat menarik yaitu telaga ngebel, yang sangat indah panorama alamnya, kehidupan masyarakatnya masalah tradisional disamping itu ada pula wisata agro buah durian dan buah manggis, silahkan datang untuk menikmati….semoga!!!!

.

Krisis Daging Sapi

sapi

SAPI

Ir. Aliyadi. MM.M.Kom.*

Krisis: Indonesia identik dengan negara krisis, apapun bisa menjadi topik krisis, yang paling santer adalah krisis ekonomi dan moneter (krismon), puncaknya pada tahun 1998 runtuhnya orde baru Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun. Pergantian rezim orde baru ke rezim orde reformasi hingga sekarang, dan tampuk pimpinan sudah berganti-ganti Habibie, Gus Dur, Megawati, Susilo Bambang Yudoyono dan terakhir Jokowi-JK. Krisis yang terakhir yang paling terkini adalah daging sapi harga pasca lebaran Rp. 140.000,- harga yang sangat fantastis, sampai-sampai para pedagang di Pasar Kramat Jati Jakarta mogok berjualan, sebagai bentuk protes akibat harga yang tak menentu tersebut. Ironis memang, negara agraris penduduk yang sangat besar dan alamnya subur makmur semua yang ditanam tumbuh subur, tapi untuk menghidupi dirinya terasa berat bahkan hampir tak mampu. Krisis yang dialami sektor pangan, beras, kedelai, gula, minyak goreng semuanya pernah melanda pasar kita, semuanya rentan, apakah pasokan yang kurang atau ada para mafia yang mempermainkan. Krisis ini memacu pula krisis kepemimpinan kalau yang terakhir ini sudah menjadi kodrat kita, kita mengharapkan pemimpin yang mempunyai kekuatan khusus mirip superman, kalau masih manusia biasa pasti akan berhadapan dengan konsekuensi krisis kepercayaan. Untuk menyelesaikan masalah krisis daging, solusinya sangat mudah, jika konsumen kompak selama 1 bulan berhenti mengkonsumsi daging sapi dan mengganti seperti yang ditawarkan menteri Kelautan Susi makan ikan laut, betapa kita mampu merubah pola hidup, merubah dari daging ke ikan laut. Nah, kalau hal ini bisa terealisasi betapa hebatnya konsumen, pedagang tidak seenaknya mempermainkan harga bahkan pemerintah harus memutar otak agar harga menjadi stabil, tentu yang dilakukan import, akhirnya menguras devisa negara, dampaknya nilai tukar rupiah lagi. Kesimpulan Sebaiknya pemerintah mensosialisasikan pengalihan konsumsi daging ke konsumsi pangan yang lain, jadi tidak perlu panik. Selanjutnya memperbanyak Fakultas Perternakan khusus sapi, tentu sejak mereka masuk Fakultas Pertenakan langsung memelihara sapi sabagai laboratoriumnya, jika saja ada 10.000 mahasiswa memiliki 5 ekor sapi 50.000 ekor pada tahun ke 5 sudah bisa dirasakan hasilnya, kalau 5 tahun sudah berapa sapi yang dihasilkan, mahasiswwa lulus, ketahanan pangin khususnya sapi sudah terpenuhi,  tentu hal ini tidak mudah, karena mahasiswa menjadi bos sapi dianggap tidak prestius, yang menarik bila mereka menjadi pegawai atau buruh bank, atau perusahaan asing, pemerintah harus memikirkan terobosan harus dilakukan…semoga!!!!!!

.

Kebijakan Pemecahan Kemendikbud dan Kemenristek

Ir. Aliyadi, MM, M.Kom*

menristek-dikti-direpotkan-kebijakan-sby-wawancara-menristek-dikti-1

Menristekdikti

Dunia Pendidikan: Ganti nama menteri pada suatu kementerian pastilah berubah kebijakan, ada yang berubah secara linier ada pula yang berubah dengan kecepatan tinggi. Semenjak pemerintahan Jokowi-JK, kementerian pendidikan di pecah menjadi dua yaitu kemendibud dan kemeristekdikti, kedua lembaga ini menangani masalah dunia pendidikan.

Keberhasilan pembangunan selalu dilihat dari hasil monumental, seperti gedung bertingkat, jalan tol, dan fasilitas negara lainnya, akan tetapi apakah kita dapat mengukur keberhasilan dunia pendidikan, secara normatif bisa yaitu, kelulusan dari SD-SMP-SMTA dan Perguruan Tinggi, apakah setelah mereka lulus mempunyai komptensi atau tidak lain hal yang penting mereka memiliki tanda tamat belajar (STTB), begitu sakralnya ijasah, apa makna ijasah “

Sejak pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, kebijkan dunia pendidikan berubah secara mendasar, yaitu pemisahan kementerian yang dulu menggunakan nama Kemendikbud, kemudian dipecah menjadi Kemendikbud dengan menteri Anies Baswedan, dan Kemenristekdikti dengan menterinya M. Nasir, dan ada lagi Kementrian Agama yang menangani pendidikan khusus agama. Dari tiga kementerian ini, warna pendidikan tentu saja mempunyai corak yang berbeda pula sesuai dengan selera dan persepsi masing-masing personal menteri yang bersangkuta. Kemendikbud cenderung linier dan meneruskan kebijakan menteri yang lama dan hanya ada beberapa penyempurnaan, sedangkan kemeterian risetdikti mempunyai gebrakan menertibkan beberapa perguruan tinggi yang menerbitkan ijasah palsu.

Ada  kekhawatiran di sebagian pengamat bahwa dibentuknya kementerian ini hanya memindahkan posisi subordinasi pendidikan tinggi dari Kemendikbud ke Kemendiktiristek. Kekhawatirannya adalah pendidikan tinggi disubordinasi ristek, terlalu fokus pada riset dan teknologi, dan pendidikan tinggi tetap berjalan seperti apa adanya, tanpa perubahan bahkan mengalami kemunduran sebagai rumah belajar.

Pemerintah berupaya untuk menghapus dikotomi antara perguruan tinggi swasta (PTS) dan perguruan tinggi negeri (PTN). Dalam rangka upaya itu, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan menghapus Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis). Sebagai gantinya pemerintah mendirikan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LPPT). Lembaga ini berfungsi untuk memberikan layanan kepada seluruh perguruan tinggi, tak terbatas hanya PTN atau PTS. Dari data yang ada saat ini terdapat 12 Kopertis di seluruh Indonesia. Pegawai Kopertis umumnya adalah PNS Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) atau berasal dari PTN-PTN di wilayah masing-masing.

“PTN dan PTS  harus punya cara pandang sama untuk menuju kualitas. Sebab itu, dikotomi dan diskriminasi yang terjadi antara keduanya kita hapus. Kita bentuk lembaga baru LPPT dan membubarkan Kopertis,” kata Menristek Dikti M Nasir, Metronews.com.Kamis (8/1/2015).

Dia  berharap keberadaan LPPT ini dapat  menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Dengan adanya LPPT ini, Nasir mengatakan PTN dan PTS yang ada di Indonesia tengah atau timur tidak perlu jauh-jauh berkunjung ke Jakarta.

Dengan begitu, kata dia, urusan birokrasi pendidikan tinggi yang dapat diproses di LPPT wilayah masing-masing. Sehingga dapat  menghemat anggaran untuk datang ke Jakarta, namun LPPT prosesnya bertahap untuk sementara pertama kita bangun LPPT di Jakarta dulu sebagai pilot project.

Kesimpulan

Birokrasi pendidikan mempunyai dampak dari setiap kebijakan, visi misi pendidikan kita belum menemukan titik temu yang mampu menjawab tantangan out pendidikan. Jepang yang negaranya kecil tapi mempunyai kebijakan dan visi misi yang terukur, karena kata kuncinya memulai dari yang kecil, tetapi terus menerus dikembangkan menjadi kemampuan yang luas biasa. Alumni pendidikan kita masih menganut ilmu “mie instan dan simbolik”, karena menuntut hasil bukan proses, sehingga berjalan selalu menggunakan falsafah lama “tinggal landas”, artinya tinggal dilandasan, kemudian kita harus berbenah dari hal kecil, etos kerja, militansi berfikir serta kecakapan diri untuk menyelesaikan setiap masalah…semoga!!!!!

.

Seminar Nasional PTM Teknik se Indonesia

Ir. Aliyadi. MM.M.Kom*

Seminar Nasional: Dalam pertemuan Forum Dekan PTM se Indonesia yang jumlahnya 176 PTM, suatu forum yang sangat besar dan tersebar dari seluruh penjuru nusantara. Kalau potensi ini dikembangkan bisa menjadi kekuatan besar luar biasa. Maka tidak heran jika ada jargon di Indonesia hanya ada 3 perguruan tinggi yaitu; PTN, PTS dan PTM.

Jumlah PTM yang 176 lembaga itu kalau setiap kampus memiliki mahasiswa 10000 rata-rata maka jumlah total 1.760.000 mahasiswa, bila dibandingkan dengan PT lain masih lebih banyak PTM. Ini adalah kontribusi Muhammadiyah terhadap pendidikan bagi bangsa ini, walaupun kita tidak memiliki menteri. Belum lagi bidang pendidikan  dari TK , SD, SMP, SMTA dan kesehatan mempunyai andil yang lebih besar lagi.

Seminar Nasional ini dihadiri oleh Prof. DR. Ir. H. M. Natsir Nessa dari BAN PT Jakarta, dan Rektor Unismuh Makassar Prof.DR. H.Irwan Akib, M.Pd. Sedangkan simposium akan hadiri oleh Dr. Ir. Ahmad ‘Athif Bin Mohd Faudzi dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) sekaligus sebagai narasumber.

Dalam sambutan Rektor, bagaimana mengembangkan pemikiran kedepan untuk mendukung gerakan percerahan menuju indonesia berkemajuan melalui bidang keteknikan. Kemajuan teknologi tidak bisa dipungkiri, perkembangan tersebut perlu mengembangkan diri dan tidak bisa lepas dari kaloborasi, misal otomotif berapa ribu komponen yang terkandung didalamnya, dan komponen itu tidak hanya dibuat oleh satu perusahaan, tapi berbagai perusahaan, demikian pula dengan ilmu keteknikan, bila perlu mendirikan Pasca Sarjana dan Program Doktor antar PTM tersebut…semoga!!!

.

FGDT PTM Se Indonesia

Ir.Aliyadi. MM.M.Kom*

FGDT: Forum Group Diskusi Teknologi merupakan forum yang di bentuk untuk memfasilitasi diskusi antar Peguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya dibidang teknologi, sehingga masin-masing perguruan tinggi bisa menampilkan hasil produk yang telah diciptakan atau rekayasa, sehingga ajang kompetisi untuk unjuk kebolehan disamping sebagai forum silaturahmi membagi pengalaman.

Pertemuan FGDT tahun 2015 ini merupakan pertemuan yangbke VI yang pertemuan sebelumnya di UMRi Riau, juga ikut menyemarakan Muhtamar Muhammadiyah ke 47, dengan tema “Membangun Indonesia Berkemajuan”.

Tempat pertemuan di Asrama Haji Sudiang Makasar, sebagai tuan rumah Unismuh Makasar yang menjadi panitia pehelatan akbar yaitu Muhtamar. Pelaksanaan FGDT ini mulai tanggal 29 Juli sd 1 Agustus 2015, berbagai agenda yamg sudah dirancangboleh panitia diantaranya : seminar nasional, simpusium, PKPM  daan City Tour yang rencananyanke PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Persero dan ke berbagai lokasi menarik misal lapangam Karebosi.

Semoga FGDT ini bisa mepersatukan persepsi menghadapi tantangan bangsa ini kedepan, apa yang bisa kita sumbangkan bagi negeri ini, kemajuan suatu bangsa hanya akan diukur darinkberhasilan dunia pendidikan, dan tolak ukurnya berhasil menciptakan generasi yang militansinya kuat, bukan yang moletan….semoga!!!