• depan
  • dome
  • wisuda
  • wsuda

.

Seminar Nasional PTM Teknik se Indonesia

Ir. Aliyadi. MM.M.Kom*

seminar Nasional: Dalam pertemuan Forum Dekan PTM se Indonesia yang jumlahnya 176 PTM, suatu forum yang sangat besar dan tersebar dari seluruh penjuru nusantara. Kalau potensi ini dikembangkan bisa menjadi kekuatan besar luar biasa. Maka tidak heran jika ada jargon di Indonesia hanya ada 3 perguruan tinggi yaitu; PTN, PTS dan PTM.

Jumlah PTM yang 176 lembaga itu kalau setiap kampus memiliki mahasiswa 10000 rata-rata maka jumlah total 1.760.000 mahasiswa, bila dibandingkan dengan PT lain masih lebih banyak PTM. Ini adalah kontribusi Muhammadiyah terhadap pendidikan bagi bangsa ini, walaupun kita tidak memiliki menteri. Belum lagi bidang pendidikan  dari TK , SD, SMP, SMTA dan kesehatan mempunyai andil yang lebih besar lagi.

Seminar Nasional ini dihadiri oleh Prof. DR. Ir. H. M. Natsir Nessa dari BAN PT Jakarta, dan Rektor Unismuh Makassar Prof.DR. H.Irwan Akib, M.Pd. Sedangkan simposium akan hadiri oleh Dr. Ir. Ahmad ‘Athif Bin Mohd Faudzi dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) sekaligus sebagai narasumber.

Dalam sambutan Rektor, bagaimana mengembangkan pemikiran kedepan untuk mendukung gerakan percerahan menuju indonesia berkemajuan melalui bidang keteknikan. Kemajuan teknologi tidak bisa dipungkiri, perkembangan tersebut perlu mengembangkan diri dan tidak bisa lepas dari kaloborasi, misal otomotif berapa ribu komponen yang terkandung didalamnya, dan komponen itu tidak hanya dibuat oleh satu perusahaan, tapi berbagai perusahaan, demikian pula dengan ilmu keteknikan, bila perlu mendirikan Pasca Sarjana dan Program Doktor antar PTM tersebut…semoga!!!

.

FGDT PTM Se Indonesia

Ir.Aliyadi. MM.M.Kom*

FGDT: Forum Group Diskusi Teknologi merupakan forum yang di bentuk untuk memfasilitasi diskusi antar Peguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya dibidang teknologi, sehingga masin-masing perguruan tinggi bisa menampilkan hasil produk yang telah diciptakan atau rekayasa, sehingga ajang kompetisi untuk unjuk kebolehan disamping sebagai forum silaturahmi membagi pengalaman.

Pertemuan FGDT tahun 2015 ini merupakan pertemuan yangbke VI yang pertemuan sebelumnya di UMRi Riau, juga ikut menyemarakan Muhtamar Muhammadiyah ke 47, dengan tema “Membangun Indonesia Berkemajuan”.

Tempat pertemuan di Asrama Haji Sudiang Makasar, sebagai tuan rumah Unismuh Makasar yang menjadi panitia pehelatan akbar yaitu Muhtamar. Pelaksanaan FGDT ini mulai tanggal 29 Juli sd 1 Agustus 2015, berbagai agenda yamg sudah dirancangboleh panitia diantaranya : seminar nasional, simpusium, PKPM  daan City Tour yang rencananyanke PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Persero dan ke berbagai lokasi menarik misal lapangam Karebosi.

Semoga FGDT ini bisa mepersatukan persepsi menghadapi tantangan bangsa ini kedepan, apa yang bisa kita sumbangkan bagi negeri ini, kemajuan suatu bangsa hanya akan diukur darinkberhasilan dunia pendidikan, dan tolak ukurnya berhasil menciptakan generasi yang militansinya kuat, bukan yang moletan….semoga!!!

 

.

Konsep Teknologi Informasi

Ir. Aliyadi, MM, M.Kom*

Konsep Teknologi: Pada awal berdirinya Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo, saya mengampu mata kuliah Konsep Teknologi. Banyak hal yang bisa dipahami dalam makna konsep teknologi, perkembangan teknologi telah merubah cara manusia berpikir bahkan lebih maju dari apa yang semestinya terjadi.
Peran teknologi mempunyai kaitan yang erat dalam bidang informasi dan komunikasi. Dalam teknologi informasi yang banyak digunakan adalah komputer. Pengertian teknologi informasi dan komunikasi serta kemampuan computer, akan pula dibahas tentang teknologi internet yang banyak mempermudah manusia dalam mencari sumber informasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Melalui sarana – sarana yang ada dalam internet kita dapat memperoleh informasi dengan mudah, praktis dan cepat sehingga tidak membuang waktu. Peranan teknologi informasi dalam bidang komunikasi sangatlah besar, karena dalam adanya informasi yang mendukung, akan terciptalah komunikasi yang efektif, dan dengan adanya kemajuan dari kedua bidang tersebut maka akan majulah suatu pembangunan. Ada perubahan berkenaan dengan berita dan pesan sebagai revolusi informasi. Ada yang menyebutnya Revolusi Teknologi Informasi, ada pula yang menyebutnya Revolusi Teknologi Komunikasi, mereka yang lebih tertarik pada teknologi dari pada informasinya pada umumnya telah menyukai istilah Revolusi Teknologi Komunikasi, tetapi teknologi komunikasi dapat mengandung dua pengertian.
Pertama, pengertian yang menunjuk kepada hal – hal seperti telepon, telegram telex, faximile, dan sebagainya, dengan lain perkataan menunjuk kepada alat – alat pemindah berita. Kedua, pengertian yang menunjuk kepada hal–hal seperti mobil, pesawat terbang, kereta api, dan sebagainya, dengan lain perkataan menunjuk kepada alat–alat pemindah manusia atau barang, bukan pemindah berita.Karena teknologi komunikasi dapat mengandung dua pengertian semacam itu, maka mereka yang perhatiannya memusat kapada teknologi yang berkenaan dengan pemindahan berita, pada umumnya lebih menyukai istilah revolusi informasi, sedangkan mereka yang tertarik pada teknologi pemindahan pada umumnya, baik yang dipindahkan itu adalah manusia ataupun barang, atau berita akan lebih menyukai istilah teknologi komunikasi.
Kedua pengertian tersebut tidak terpisah sama sekali antara satu dengan lainnya. Antara keduanya terdapat tumpang tindih walaupun keduanya berbeda. Pesawat terbang misalnya, dapat berfungsi sebagai alat untuk memindahkan manusia dari satu tempat ke tempat lain dan dapat pula berfungsi sebagai alat untuk memindahkan berita dari satu tempat ke tempat lain (menggunakan pesawat terbang untuk mengirimkan surat kabar). Nampaklah letak perbedaan adalah sudut pandang.
Revolusi teknologi informasi menyebabkan orang dengan cepat mengetahui berita dan dengan cepat pula mengirimkan berita, jadi terciptalah komunikasi yang efektif. Orang berusaha menanggapinya, memperbaiki apa yang ada, meningkatkannya dan menciptakan hal yang baru. Dan terjadilah perkembangan yang berantai. Revolusi informasi tidak hanya merubah proses memperoleh berita, dan sulit menjadi mudah melainkan melahirkan alat, teknik – teknik dan mesin yang dibuat di tempat lain yang diketahui serta dimengertinya dengan jelas dari informasi (dari uraian dan lukisan di majalah, TV, selebaran dan sebagainya).Dalam revolusi industri, kereta api memperpendek waktu yang diperlukan untuk melalukan perjalanan, termasuk perjalanan berita dari beberapa hari menjadi beberapa jam. Kini revolusi teknologi informasi memperpendek waktu itu secara lebih drastis. Suatu berita dapat mencapai keseluruh dunia dalam waktu beberapa menit lewat berita yang cepat dari berbagai penemuan. Demikianlah revolusi teknologi informasi mempengaruhi berbagai segi kehidupan.
Dalam rangka ini, terciptalah misalnya mesin pencatat kehadiran pegawai di tempat kerja, karena itu dikatakan bahwa revolusi teknologi informasi mempunyai peran yang strategis. Apabila pemakaian teknologi baru yang lain (yang bukan teknologi informasi) hanya bersifat penggantian alat tanpa menimbulkan perubahan yang berarti pada berbagai segi penting dari perusahaan, termasuk prosedur, maka pemakaian teknologi informasi dan komunikasi menimbulkan perubahan yang banyak pada berbagai segi dari kegiatan perusahaan, termasuk prosedur.
Kesimpulan: Kehadiran teknologi, tidak hanya dalam bentuk konsep, tetapi sudah merambah seperti sinetron kejar tayang, dan perubahan dan perkembangan teknologi dalam hitungan deti, bidang otomotif, para produsen mobil berlomba-lomba menampilkan varian baru, sehingga menggoda para konsumen untuk memiliki, bahkan harus indent beberapa bulan agar mendapat produk yang dimkasud, apa maksud demikian itu, agar produsen hanya memproduksi sesuai dengan pesanan konsumen, lain halnya produk yang kita buat, sudah dibuat ditawarkan kemana-mana tidak ada yang mau membeli, maka perlu konsep….semoga!!!

.

Ilmu Sejati VS Ilmu Palsu

Ir. Aliyadi, MM, M.Kom*

Ilmu: Orang sering membedakan ilmu yaitu ilmu duniawiyah dan ilmu akherat, banyak pendapat yang menyatakan bahwa belajar ilmu agama itu artinya untuk akherat, misalnya mengaji, belajar hadist dan sebagainya, sedangkan belajar ilmu fisika, bilogi kedokteran itu merupakan ilmu duniawiyah semata, bersifat sementara, maka tidak terlalu utama, Imam Suprayogo juga menulis demikain, ilmu dunia dan ilmu kaherat.

Atas pembagian tersebut, semetara orang juga meyakini bahwa ilmu akherat lebih tinggi nilaianya dibanding dengan ilmu dunia. Ilmua akherat akan digunakan sebagai bekal hidup diakherat sana, sedangkan ilmu dunia hanya digunakan sebagai bekal hidup didunia sekarang ini, dan waktunya juga tidak lama. Oleh karena itu, muncul anggapan bahwa memilih ilmu akherat lebih tepat dibanding belajar ilmu dunia, dan demikian pula, belajar di pondok pesatren lebih utama dari pada belajar di sekolah pada umumnya.

Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to keep your mind young. Siapapun yang berhenti belajar adalah tua, apakah usianya dua puluh atau delapan puluh. Siapapun yang terus belajar tetap muda. Hal terbesar dalam hidup adalah menjaga pikiran anda tetap muda (Henry Ford).  saat membaca kutipan dari Henry ford tersebut, saya merasa terinspirasi untuk terus belajar. dengan kata lain, saya terdorong untuk selalu menuntut ilmu. Ketika kita ingin belajar ilmu akhirat. kita bisa bertanya pada ahlinya. misalnya, kita bertanya tentang makna shalat. rukun, gerakan dan bacaan dalam shalat itu seperti apa?.sehingga, kita bisa benar-benar bisa mengerti esensi shalat. karena shalat pun, menjadi hal yang sia-sia jika tanpa di sertai ilmu. saya pernah baca di salah satu buku islami,kurang lebih kata katanya seperti ini, ‘berpikir sejenak, lebih berarti dari pada shalat seribu rakaat yang tanpa ilmu’.

Sebagai seorang orang muslim, kita harus punya ghirah atau semangat dalam belajar. bukan hanya belajar tentang ibadah mahdhoh dan ghairu mahdhoh. tapi kita harus punya semangat dalam belajar ilmu dunia. seperti misalnya, ekonomi, sejarah, seni, sastra, tekhnologi, dan ilmu yang lainnya. kenapa hal ini perlu kita lakukan? agar kita, sebagai orang muslim bisa fleksibel terhadap perkembangan jaman. dan tidak tertinggal oleh orang barat.  karena pada dasarnya Islam itu Rahmatan lil’alamin. dan kita, sebagai media yang  menyebarkan manfaat bagi semua, dengan ilmu yang kita miliki. sejenak kita bernostalgia dan flashback pada kejayaan Islam masa lalu. banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang mampu memberikan sumbangsih bagi peradaban dunia. ilmuwan tersebut diataranya, Ibnu Sina, Ibnu Rusdi Al Zahrawi, Ibnu Khaldun, Al Jabar, Ibnu Al-Haitham. sobat semua, bisa search tentang informasi ilmuwan-ilmuwan muslim tersebut lewat internet, buku tentang sejarah ilmuwan muslim dunia. semoga cerita sejarah mereka pada masa lalu, bisa melecutkan gairah belajar. apakah ada Ibnu Sina-Ibnu Sina, atau Ibnu Rusdi-Ibnu Rusdi yang baru, di jaman sekarang ini? (http://balada-cerita.blogspot.com)

Dalam perjalanan yang akan datang  ada orang-orang baru yang meneruskan perjuangan mereka dalam memajukan umat. dan mereka itu (para penerus Ibnu Sina & Ibnu Rusdi) adalah orang-orang yang punya semangat berapi-api dalam menuntut ilmu (belajar). selamat menuntut ilmu. harta yang berharga bukanlah emas atau pun berlian. namun, harta yang berharga adalah ‘semangat belajar’ dan karakter teachable (selalu mau di ajar).

Kesimpulan: Kita tidak boleh memisahkan antara ilmu dunia dan akheat, atau seperti judul dalam tulisan ini, seperti ada ilmu sejati dan ilmu  palsu, bukankah ilmu itu datangnya hanya satu yaitu dari Allah SWt. Jadi tidak ada alasan untuk membeda-bedakan ilmu di dunia ini, tujuan mempelajarinya untuk kesejahteraan ummta didunia dan akherat, dan semua ilmu bila kita pelajari dengan sungguh-sungguh pastilah ada manfaatnya….semoga!!!!

.

Rekayasa atau Merekayasa Hasilnya Sama Positif dan Negatif

Ir. Aliyadi, MM, M.Kom*

Rekayasa dan Merekayasa: Pengertian rekayasa dapat didefinisikan dari sumber rekayasa tersebut yang diambil dari bahasa Inggris yaitu engineering. Kemudian engineering atau rekayasa itu sendiri merupakan aplikasi ilmu pengetahuan ( science) untuk menjawab persoalan praktis dalam kehidupan manusia termasuk di dalamnya kebutuhan komersial atau industri.
Dari definisi tersebut sebenarnya rekayasa sangat positif maknanya, tapi bisa saja makna rekayasa bermakna negatif, dan sering kita mendengar pernyataan seseorang yang sedang menjalani pemeriksaan pihak berwajib membuat pernyataan bahwa kasus ini penuh dengan rekayasa, kalimat terdekatnya adalah merekayasa, lalu siapa yang yang merekayasa?

Tidak ada yang salah dengan kata ini jika dikembalikan ke artinya semula yaitu dengan bantuan alat atau proses melakukan pengolahan dan pengusahaan sesuatu di bahagian hulu, guna suatu hasil yang diinginkan. Atau dengan modal dasar yang ada melakukan upaya-upaya untuk mendapatkan hasil optimal. Istilah ini memang turun dari proses yang dilakukan manusia untuk mengubah sesuatu dengan alat bantu dan proses tertentu guna menghasilkan secara efisien suatu produk baru yang berguna atau apa yang disebut dengan teknologi. Jadi terlepas dari nilai substansi yang dikerjakan, rekayasa bernilai positif pada kepentingan kemajuan manusia.
Kalau rekayasa ditarik ke khazanah politik. Ia dipakai untuk menggambarkan bagaimana orang melakukan manipulasi dan stipulasi data atau keadaan secara negatif untuk keuntungannya tapi merugikan pihak lain. Sebagai contoh, seorang peserta pemilu legislatif yang jumlah suara pemilihnya tidak cukup untuk mengantarkannya ke Senayan, bisa saja mengatur dengan berbagai cara sehingga akhirnya lolos. Upaya-upaya yang tidak wajar dan tidak adil inilah yang akhirnya disebut rekayasa sehingga ia berkonotasi negatif.
Pada zaman sekarang, rekayasa dalam arti negatif ini tidak kurang-kurang pula dilakukan orang meskipun sulit untuk membuktikannya. Ada rekayasa kasus, rekayasa hukum, rekayasa politik, dan bahkan rekayasa sosial sedemikian sehingga bak kata ungkapan ala ulama: “seorang yang cacat secara etika dan moral serta tidak pantas ditauladani, tiba-tiba bisa berubah jadi bintang yang dielu-elukan orang ramai”.

Sebenarnya apakah mau mendapatkan arti positif dan negatif tinggal bagaimana kita memberikan nilai dalam setia rekayasa (engineering) tersebut, kalau memang tujuan yang akan dicapai memang mempunyai nilai untuk kemajuan maka rekayasa sangat dibutuhkan, misalnya rekayasa genetika pengembangan kultur jaringan pada tumbuhan, sehingga dihasilkan tanaman yang mempunyai kualitas yang sangat bagus.

Tapi lain halnya dengan mereka-yasa, mereka-reka atau reka yasa mungkin sesutau yang tidak ada diada-adakan, dan mebuat hasil akhirnya merugikann orang lain maka sudah menyimpang dari tujuan semula, maka makna rekayasa sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan, dan itu sering kita temukan dimasyarakat kita, sehingga muncul ketidak percayaan sosial.

Kesimpulan: Memnghadapi rekayasa positif hal biasa, yang memang akan menjadi masalah jika menghadapi rekayasa yang bernuansa negatif, hal ini akan bertentangan hati nurani, dalil apapun yang akan kita luncurkan tetap saja negatif, tapi kita tetap saja melaksanakan hal itu, misal merokok itu haram, tapi sebagian masyarakat kita masih mencintai rokok, bahkan lebih mementingkan rokok dari pada kebutuhan lain. Bahwa hal yang sudah diharamkan tetap saja buruk dan akan mengakumulasi…..semoga!!!!