• wsuda
  • IMG-20141221-WA0001

.

Catatan Sejarah….

Ir. Aliyadi, MM, M.Kom*

Setiap orang mempunyai catatan kehidupan masing masing, dan dalam suatu semboyan yang pernah penulis baca pada Kantor Pendidikan Luar Sekolah di Jakarta “Catat apa yang anda kerjakan, dan kerjakan apa yang anda catat”.

Terkait dengan hal tersebut, maka saya akan mencatat pekerjaan yang pernah saya lakukan, tentu yang mempunyai nilai sejarah, ada sebagian orang mencatat berarti bekerja tidak ikhlas, bagi saya mencatat berarti saya menghargai diri saya sendiri. Kejadian tersebut adalah suatu peristiwa yang menurut saya luar biasa, yaitu : saat saya menyelesaikan proses ijin oprasional pendirian program studi teknik informatika fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo tahun 2005, saat itu FT TI Unmuh Ponorogo sudah menerima mahasiswa baru,menurut konon ijin prinsip diperoleh hanya melalui telepon antara Rektor saat itu, dengan tanpa dibekali legalitas formal panitia penerimaan mahasiswa baru berani mengambil sikap untuk menerima mahasiswa. Jabatan saat itu saya adalah Pembantu Dekan I, hanya karena tanggungjawab, maka tugas itu saya laksanakan, mengambil dari kisah Cristopher Columbus, saat saya melaksanakan tugas tersebut, semua potensi saya curahkan untuk itu, sebab jika ijin gagal, maka bisa sangat patal akibatnya, bayangkan mahasiwa angkatan pertama itu jumlah mahasiswa baru sudah bejumlah 68 orang, bisa bisa fakultas teknik bubar,ika ijin tidak turun, tapi atas ijin Allah, ijin turun, dan selamatlah fakultas teknik. Teori Cristopher Columbus tentang menegakkan telor rebus, kalau belum ketemu metodenya, maka hal itu nampak sulit, tapi kalau sudah ketemu metodenya maka nampak sangat mudah.

.

Kabel Jaringan Cross Over

Nama : Dwiyunia Fatmawati
NIM : 15532388
Kelas : Teknik Informatika A

Kalau kita mengatakan jaringan, belum lengkap jika kita belum tahu bagaimana cara membuat kabel jaringan. Kali ini saya akan membahas kabel jaringan UTP Cross Over. Kabel UTP merupakan salah satu media transmisi yang paling banyak digunakan oleh sebuah jaringan local. Kelebihan kabel ini harganya relative murah, mudah dipasangkan dan cukup bisa diandalkan. Sesuai namanya kabel UTP berarti kabel pasangan berpilin/terbelit. Dalam kabel UTP ini terdapat 8 warna yang biasanya digunakan yaitu orange (O), Putih Orange (PO), Biru (B), Putih Biru (PB), Hijau (H), Putih Hijau (PH), Coklat (C), Putih Coklat (PC). Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara membuat kabel jaringan cross over. kabel cros adalah kabel yang memiliki urutan warna yang berbeda pada kedua ujung konektor. Sebelum membuatnya kita harus menyiapakan beberapa alat yang diperlukan, yaitu:
• Kabel UTP
• Connector RJ-45
• Crimping Tools
• RJ-45
• LAN Tester
Praktek membuat kabel Croos Over
1. Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
2. Buka pilinan kabel, luruskan dan urutkan kabel sesuai standar TIA/EIA 368B. Untuk kabel croos ini urutannya adalah:
Ujung 1 Ujung 2
Putih hijau Putih orange
Hijau Orange
Putih orange Putih hijau
Biru Biru
Putih biru Putih biru
Orange Hijau
Putih coklat Putih coklat
Coklat Coklat

3. Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
4. Masukan kabel yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar.
5. Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel.
6. Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain.
7. Langkah terakhir adalah menge-cek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.
8. Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor, urutan kabel dari kiri ke kanan (pada gambar dibawah ini urutan pin kabel dimulai dari atas ke bawah).

.

Perencanaan Pembangunan Desa

Oleh : Ir. Aliyadi, MM, M.Kom*

bimtek 1

BIMTEK LK BAPEPMAS JAWA TIMUR TAHUN 2015

Dalam Undang-undang RI No. 6 Tahun 2014 pasal 78-86 dan Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2014pasa 11-120 tentang Desa, menganut bagaimana kontruksi desa kedepa, bisa maju, mandiri dan sejahtera.

Perencanaan pembangunan partisipatif adalah proses ppengkajian keadaa desa pemilihan tindakan dan pengambilan keputusa oleh kelompok masyarakat desa guna memecahkan masalah yang dihadapi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara efiesin dan efektif.

Undang-undang desa meliputi :

1. Kewrengan

2. Dana desa

bimtek3

BIMTEK LK

3. Swakelola

4. Perencanaan

Tujuan

1. Agar desa memiliki rencana pembangunan yang berkseinambungan dalam jangka waktu eanam tahun.

2. sebagai acuan dan memudahkan penyusunan RKP desa

3. Bahan masukan bagi pemyusun RPJM kecamatan (murenbang kecamatan)

Pengunaan dana desa pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, untuk pemerintah desa menggunakan dana APBD,

Dana  desa yang direncanakan 1,4 M, sesuia dengan janji pemerintahan Jokowi-JK jika memang bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya tentu membawa implikasi yang sangat positif. Karena selama ini dana yang turun ke desa sangat minim bahkan sering menjadi komiditas politik, sehingga penyembararnya tidak merata.

Selama penggunaan dana tersebut memleuhi standar penggunaaan dana desa, mengacu pada RPJMDES,

.

 BERDUKA UNTUK TEMAN2 NEGERI SAKURA

Sebuah Renungan…

 

sony

Oh Sony

Samuray

Oh Samurai

The DEATH of SAMURAI – Robohnya Sony, Panasonic, Sharp, Toshiba dan Sanyo. Hari-hari ini, langit diatas kota Tokyo terasa begitu kelabu. Ada kegetiran yang mencekam dibalik gedung-gedung raksasa yang menjulang disana. Industri elektronika mereka yang begitu digdaya 20 tahun silam, pelan-pelan memasuki lorong kegelapan yang terasa begitu perih.Bulan lalu, Sony diikuti Panasonic dan Sharp mengumumkan angka kerugian trilyunan rupiah. Harga-harga saham mereka roboh berkeping-keping. Sanyo bahkan harus rela menjual dirinya lantaran sudah hampir kolaps. Sharp berencana menutup divisi AC dan TV Aquos-nya. Sony dan Panasonic akan mem-PHK ribuan karyawan mereka. Dan Toshiba? Sebentar lagi divisi notebook-nya mungkin akan bangkrut (setelah produk televisi mereka juga mati). Adakah ini pertanda salam sayonara harus dikumandangkan? Mengapa kegagalan demi kegagalan terus menghujam industri elektronika raksasa Jepang itu?
Di pagi ini, kita akan coba menelisiknya. Serbuan Samsung dan LG itu mungkin terasa begitu telak. Di mata orang Jepang, kedua produk Korea itu tampak seperti predator yang telah meremuk-redamkan mereka di mana-mana. Di sisi lain, produk-produk elektronika dari China dan produk domestik dengan harga yang amat murah juga terus menggerus pasar produk Jepang. Lalu, dalam kategori digital gadgets, Apple telah membuat Sony tampak seperti robot yang bodoh dan tolol. What went wrong? Kenapa perusahaan-perusahaan top Jepang itu jadi seperti pecundang? Ada tiga faktor penyebab fundamental yang bisa kita petik sebagai pelajaran.

sharp

Sharp

Faktor 1 : Harmony Culture Error. Dalam era digital seperti saat ini, kecepatan adalah kunci. Speed in decision making. Speed in product development. Speed in product launch. Dan persis di titik vital ini, perusahaan Jepang termehek-mehek lantaran budaya mereka yang mengagungkan harmoni dan konsensus. Datanglah ke perusahaan Jepang, dan Anda pasti akan melihat kultur kerja yang sangat mementingkan konsensus. Top manajemen Jepang bisa rapat berminggu-minggu sekedar untuk menemukan konsensus mengenai produk apa yang akan diluncurkan. Dan begitu rapat mereka selesai, Samsung atau LG sudah keluar dengan produk baru, dan para senior manajer Jepang itu hanya bisa melongo. Budaya yang mementingkan konsensus membuat perusahaan-perusahaan Jepang lamban mengambil keputusan (dan dalam era digital ini artinya tragedi). Budaya yang menjaga harmoni juga membuat ide-ide kreatif yang radikal nyaris tidak pernah bisa mekar. Sebab mereka keburu mati : dijadikan tumbal demi menjaga “keindahan budaya harmoni”.
Faktor 2 : Seniority Error. Dalam era digital, inovasi adalah oksigen. Inovasi adalah nafas yang terus mengalir. Sayangnya, budaya inovasi ini tidak kompatibel dengan budaya kerja yang mementingkan senioritas serta budaya sungkan pada atasan. Sialnya, nyaris semua perusahaan-perusahaan Jepang memelihara budaya senioritas. Datanglah ke perusahaan Jepang, dan hampir pasti Anda tidak akan menemukan Senior Managers dalam usia 30-an tahun. Never. Istilah Rising Stars dan Young Creative Guy adalah keanehan. Promosi di hampir semua perusahaan Jepang menggunakan metode urut kacang. Yang tua pasti didahulukan, no matter what. Dan ini dia: di perusahaan Jepang, loyalitas pasti akan sampai pensiun. Jadi terus bekerja di satu tempat sampai pensiun adalah kelaziman. Lalu apa artinya semua itu bagi inovasi ? Kematian dini. Ya, dalam budaya senioritas dan loyalitas permanen, benih-benih inovasi akan mudah layu, dan kemudian semaput. Masuk ICU lalu mati.
Faktor 3 : Old Nation Error. Faktor terakhir ini mungkin ada kaitannya dengan faktor kedua. Dan juga dengan aspek demografi. Jepang adalah negeri yang menua. Maksudnya, lebih dari separo penduduk Jepang berusia diatas 50 tahun. Implikasinya : mayoritas Senior Manager di beragam perusahaan Jepang masuk dalam kategori itu. Kategori karyawan yang sudah menua. Disini hukum alam berlaku. Karyawan yang sudah menua, dan bertahun-tahun bekerja pada lingkungan yang sama, biasanya kurang peka dengan perubahan yang berlangsung cepat…(berbagai sumber)
Kesimpulan
tidak ada keabadian yang hakiki didunia ini, kekuatan apapun memerlukan perjuangan sehingga belajar sepanjang hayat perlu menjadi kajian kita semua.

 

 

.

Pelatihan Bimbingan Teknis Lembaga Kemasyarakata Tahun 2015

Oleh : Ir. Aliyadi, MM, M.Kom*

Pelaksanaan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Lembaga Kemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Propinsi Jawa Timur, pelaksanaan Bimtek LK ini di Horel Kyriad Pesonna Surabaya, tahap pertama dilaksanakan mulai tanggal 23 sampai dengan tanggal 25 Nopember 2015. Materi yang akan disampaikan adalah terkait dengan bantuan hukum atau paralegal, merupakan suportingnya Advokat  bilamana terjadi sengketa dalam proses pengadilan.

Tujuan utamanya membentu Lembaga Pusat Kemasyarakatan sebagai wadah belajar bersama di masyarakat (people center), lembaga ini bernaung dibawah pembinaan Kementerian Desa Pengembangan Desa Terttingga dan Transmigrasi (Kemendes-PDT Trans).

Pengembangan Pusat Kemasyarakatan (PPK) yang didalamnya terdiri dari unsur LSM, Akademisi, Tokoh Masyarakat atau Agama, berhimpun untuk mengadakan kegiatan-kegiatan melalui forum diskusi dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat untuk bisa dan mampu mandiri. Ini merupakan program Kemdes bidang pemberdayaan masyarakat sub bidangnya ketahanan masyarakat desa.

Seemjak di gulirkannya dana desa (DD) yang pagunya Rp. 1.4 M setiap desa walaupun sampai saat ini baru terealisasi sekitar 60 %, maka desa perlu inject capacity buliding dalam bidang pemerintahan, pembangunan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ketahanan masyarakat desa, untuk mewujdukan program tersebut pemerintah telah membentuk pendamping desa sesuai dengan Permendes Nomor 3 tahun 2015, masing=masing desa memiliki pemdamping teknis, dan pemberdayaan diperkirakan 1 orang mendampingi 4desa……

Pelatihan taghap ke 2, akan diselenggarakan pada tanggal 25 sampai dengan 27 Nopember 2015, dengan tempat yang sama, materi pelatihan paralegal, memberikan suport secara teknis kepada advokat secara spesipic dalam proses penanganan suatu perkara, jika didalam masyarakat terjadi perbeda pendapat maka penyelesaian sengketa melalui jalur diluar pengadilan atau arbitase…..