0

.

Overtime Budaya Yang Jelek!!!

arti-kerja-keras

Kerja Keras

Ir. Aliyadi, MM,M.Kom*

Overtime: Jika kita mendapat order pekerjaan yang diluar planning maka kita akan mengatakan sibuk, repot atau berbagai jawaban lainnya. Bagi pemilik perusahaan tentu akan senang jika mendapatkan order lebih banyak, karena berkaitan dengan pendapatan perusahaan, tapi lain halnya dengan para karyawan, mereka akan menuntut untuk overtime (lembur), kalau dalam kondisi normal maka tidak masalah untuk melakukan lembur tersebut, karena harus dibarengi kesiapan mental dan fisik yang baik, sebab kalau tidak kerja kita tidak akan optimal hasilnya, bukan produktivitas yang maksimal yang diperoleh, padahal konsumen tidak mau tau dengan alasan apapun yang kita kemukakan.

lembur

Dosen Teknik Overtime

Kerja lembur adalah pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan, atas dasar perintah atasan, yang melebihi jam kerja biasa pada hari-hari kerja, atau pekerjaan yang dilakukan pada hari istirahat mingguan karyawan atau hari libur resmi. Prinsip kerja lembur pada dasarnya bersifat sukarela, kecuali dalam kondisi tertentu pekerjaan harus segera diselesaikan untuk kepentingan perusahaan. Tarif upah lembur: Perhitungan jam kerja lembur dan tarif upah lembur mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-72/MEN/1984, dengan rumusan:
1/173 x Gaji Pokok,
Perhitungan lembur dilakukan pada hari kerja biasa:
Untuk jam pertama adalah 1,5 kali TUL.
Untuk jam-jam berikutnya adalah sebesar 2 kali TUL.
Lebih dari jam 19.30 WIB akan mendapatkan 1 kali tunjangan makan.
Lebih dari jam 22.30 WIB akan mendapatkan 1 kali tunjangan transport.
Bila pekerjaan lembur dilakukan melewati jam 19.30 WIB, bila tidak disediakan makan oleh Perusahaan akan diberikan tunjangan makan yang besarnya ditetapkan oleh Perusahaan.
Dari uraian diatas, maka lembaga atau perusahaan harus memahami peraturan tentang lembur, karena itu merupakan hak karyawan, jika tidak maka kita mengabaikan hak yang melekat pada setiap karyawan.
Akan tetapi bila lembur tersebut merupakan siasat karyawan agar mendapatkan kerja lembur (overtime) akan bermakna lain, misal pekerjaan yang semestinya bisa dikerjakan saat jam kerja, tapi saat jam kerja tidak mengerjakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dengan tujuan agar pekerjaan tersebut bisa dikerjakan lembur, ini akan berbahaya bagi perusahaan (kebiasaan jelek), bisa merupakan pemborosan yang mengakibatkan perusahaan merugi. Yang diharapkan oleh perusahaan sebenarnya kerja keras. Kerja keras adalah bekerja sedemikian kerasnya sehingga anda tidak memiliki waktu dan energi untuk melakukan kegiatan lainnya. Sedangkan arti kerja cerdas adalah bekerja dan masih memiliki energi dan waktu untuk apa saja dengan asumsi mendapatkan hasil yang sama.
Kesimpulan, setiap perusahaan atau lembaga apapun tidak bisa tumbuh dan berkembang tanpa kerja keras para karyawan, karyawan merupakan aset suatu lembaga, atau perussahaan, maka keduanya harus saling memberikan manfaat, tidak boleh ada yang saling mendzolimi, karena apapun bentuk ketidak jujuran akan berdampak buruk, sabaliknya kerja dengan iklas yang saling mempercayai dan menghargai akan menumbuhkan rasa aman…semoga!!!!