0

.

Seribu Jalan Menuju Sukses, Seribu Alasan Orang Gagal

kaget

Kaget

Ir. Aliyadi, MM, M.Kom*

Menuju Sukses: Pepatah sumatera ini sering terucap tak kala orang tua menasehati anak manantu yang males bekerja, yang selalu mengedepan alasan daripada hasil kerjanya. Ada salah satu ada diderah Kabuten Muara Enim, Sumatera Selatan, bernama Kecamatan Pulau Panggung, disitu tinggal komunitas suku “Semende” yang sebagaian masyarakatnya agraris tradisional, yang melestarikan adat yang namanya “Tunggu Tubang”. Tunggu Tubang adelah suatu gelar keturunan adat semende yang di turunkah untuk anak anak perempuan tertua (tue betine). apepun alasannye, sanggup tidak sanggup harus sanggup karena tunggu tubang itu bukan hanya mewarisi tunggal harta orang tua (nunggui rete)  tapi tempat berkumpulnya (badah balek) seluruh sanak saudara. tapi syarat dijadikan tunggu tubang memang harus ada harta, minal sawah satu bidang,pauk,  tebat (kolam ikan), lumbung padi penuh dan rumah yang besar.

Tat kala sang menantu pewaris atau tunggu tubang tidak mampu melaksanakan tugas tersebut, maka para kakak ibu perempuan bernama “meraje” akan menasehati dengan ucapan “galak seribu angkean, dindak seribu tangguh”, artinya kalau mau berusaha seribu akal, tidak maupun seribu alasan. Maka menjadi pewaris tunggal tersebut berat, karena jika seluruh acara keluarga besar yang harus menyengkuyung adalah tunggu tubang, tidak boleh ada alasan, misal selamaten saudara ibu atau bapak mertua harus hadir, tidak hanya hadir, tentu membawa alat dan kelengkapan, beras, gula, ayam, kelapa, mie  dan masih banyak keperluan lain, dan apapun hebatnya jabatan anak mantu di masyarakat, tempatnya adalah di kelompok anak kandang, dengang menggunakan songkok dan sarung tergulung selutut, siap untuk meladeni semua kebutuhan acara  (aguk), baik selametan, mantenan dan semua aguk yang lain.

orang sukses2

Sukses

Mari kita lihat sisi filosofinya ungkapan “galak seribu angkean, dindak seribu tangguh” tersebut, dan itu memiliki makna yang sangat luas, dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karir, atau segala usaha yang lain, banyak para motivator yang menyampaikan dalam bahasa yang berbeda, misal, “orang gagal selalu mengemukan alasan, orang suskses selalu menemukan solusi”, apapun ungkapanya semua yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh  pasti akan menemukan jawaban, dan yang dicapai sukses dan kepuasan bathin.

Kita tidak ingin mendiskusikan orang gagal, karena semua yang dikemukakan adalah alasan dan yang lebih parah, ungkapan orang gagal lebih membesarkan penyebab kegagalanya daripada usaha yang mereka lakukan, ungkapanya misal, mati aku, sudah dicoba beratus-ratus  kali tapi gagal terus, walaupun kalau disuruh menghitung berapa kali merka gagal, mungkin juga tidak akan menemukan angka lebih dari angka 10.

Jadi, ungkapan itu kalau kita maknai sebagai suatu filosofi maka kita dapat menjawab semua tantangan kehidupan ini, kalau ada ungkapan seseorang mengatakan sekarang mencari duit sulit, penulis punya pandangan berbeda, bahwa ungkapan tersebut sejak nenek-nenekku dulu juga sudah mengungkapkan seperti itu, jika ada yang mengungkapkan itu sekarang maka kalimat itu sudah ada sejak lama, yang mungkin berbeda adalah atmosfinya…..semoga!!!!!!