• wsuda
  • IMG-20141221-WA0001

0

.

Overtime Budaya Yang Jelek!!!

arti-kerja-keras

Kerja Keras

Ir. Aliyadi, MM,M.Kom*

Overtime: Jika kita mendapat order pekerjaan yang diluar planning maka kita akan mengatakan sibuk, repot atau berbagai jawaban lainnya. Bagi pemilik perusahaan tentu akan senang jika mendapatkan order lebih banyak, karena berkaitan dengan pendapatan perusahaan, tapi lain halnya dengan para karyawan, mereka akan menuntut untuk overtime (lembur), kalau dalam kondisi normal maka tidak masalah untuk melakukan lembur tersebut, karena harus dibarengi kesiapan mental dan fisik yang baik, sebab kalau tidak kerja kita tidak akan optimal hasilnya, bukan produktivitas yang maksimal yang diperoleh, padahal konsumen tidak mau tau dengan alasan apapun yang kita kemukakan.

lembur

Dosen Teknik Overtime

Kerja lembur adalah pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan, atas dasar perintah atasan, yang melebihi jam kerja biasa pada hari-hari kerja, atau pekerjaan yang dilakukan pada hari istirahat mingguan karyawan atau hari libur resmi. Prinsip kerja lembur pada dasarnya bersifat sukarela, kecuali dalam kondisi tertentu pekerjaan harus segera diselesaikan untuk kepentingan perusahaan. Tarif upah lembur: Perhitungan jam kerja lembur dan tarif upah lembur mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-72/MEN/1984, dengan rumusan:
1/173 x Gaji Pokok,
Perhitungan lembur dilakukan pada hari kerja biasa:
Untuk jam pertama adalah 1,5 kali TUL.
Untuk jam-jam berikutnya adalah sebesar 2 kali TUL.
Lebih dari jam 19.30 WIB akan mendapatkan 1 kali tunjangan makan.
Lebih dari jam 22.30 WIB akan mendapatkan 1 kali tunjangan transport.
Bila pekerjaan lembur dilakukan melewati jam 19.30 WIB, bila tidak disediakan makan oleh Perusahaan akan diberikan tunjangan makan yang besarnya ditetapkan oleh Perusahaan.
Dari uraian diatas, maka lembaga atau perusahaan harus memahami peraturan tentang lembur, karena itu merupakan hak karyawan, jika tidak maka kita mengabaikan hak yang melekat pada setiap karyawan.
Akan tetapi bila lembur tersebut merupakan siasat karyawan agar mendapatkan kerja lembur (overtime) akan bermakna lain, misal pekerjaan yang semestinya bisa dikerjakan saat jam kerja, tapi saat jam kerja tidak mengerjakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dengan tujuan agar pekerjaan tersebut bisa dikerjakan lembur, ini akan berbahaya bagi perusahaan (kebiasaan jelek), bisa merupakan pemborosan yang mengakibatkan perusahaan merugi. Yang diharapkan oleh perusahaan sebenarnya kerja keras. Kerja keras adalah bekerja sedemikian kerasnya sehingga anda tidak memiliki waktu dan energi untuk melakukan kegiatan lainnya. Sedangkan arti kerja cerdas adalah bekerja dan masih memiliki energi dan waktu untuk apa saja dengan asumsi mendapatkan hasil yang sama.
Kesimpulan, setiap perusahaan atau lembaga apapun tidak bisa tumbuh dan berkembang tanpa kerja keras para karyawan, karyawan merupakan aset suatu lembaga, atau perussahaan, maka keduanya harus saling memberikan manfaat, tidak boleh ada yang saling mendzolimi, karena apapun bentuk ketidak jujuran akan berdampak buruk, sabaliknya kerja dengan iklas yang saling mempercayai dan menghargai akan menumbuhkan rasa aman…semoga!!!!

0

.

SETENGAH ABAD PERJALANANKU!!!!!

Ir. Aliyadi,MM,M.Kom*

Abad: Jika kiita menghitung  dari belakang usia kita makin bertambah, tapi bila kita menghitung dari depan maka usia kita semakin berkurang. Setengah abad sudah usiaku perjalanan yang jika bentangkan dengan deret ukur sudah ribuan kilometer jarak yang ditempuh. Tidak demikian dengan ukuran ibadah, semakin banyak aku beribadah semakin kurang amalku untuk menghapus dosa-dosa, betapa banyak dosa yang melekat sukma, kadang tidak menyadari kalau nurani selalu berkecamuk antara dua bisikan, terkadang bisikan selalu untuk menggoda untuk selalu berbuat kezoliman, tapi saat itu pula bisikan nurani hidayah selalu menghalau agar selalu berbuat kebaikan.

Berapa banyak saya telah  berbuat kebaikan, gerak langkah terkadang tersandung oleh buaian nafsu, kadang meneteskan air mata saat kuterbangun bersimpuh dihadapanmu ya Rabbi, aku malu meminta doa kepadaMu, karena gerak langkah masih menzolimi diriku sendiri.

Hamba sadar betapa nikmatnya jika aku mengabdi kepadaMu ya Rabbi, bersimpuh dihadapanMu namun bisikanpun muncul menggoda, untuk menoreh oada kelalaian.

Usia sudah setengah abad, Ya Allah ampuni hambamu ini, tunjuki hamba ke jalan yang lurus, agar hamba tak tersesat, hidayahmu merupakan secercah harapan yang menemani perjuangan hambamu ya Allah….semoga!!!!

0

.

FAKLUTAS TEKNIK, PRODI TEKNIK INFORMATIKA SIAP UNTUK DI VISITASI

Ir. Aliyadi, MM, M.Kom*

Yoto

Prof. Ir Suyoto dari Universitas Atmajaya Yogyakarta

Visitasi: Beradasarkan Informasi dari BPMI, Drs. Subangun, M.Si bahwa Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Informatika S-1, Universitas Muhammadiyah Ponorogo akan di visitasi oleh Asesor BAN-PT, pelaksanaannya antara tanggal 27-29 Mei 2015. Berdasarkan informasi tersebut asesor yang akan datang yaitu Prof. Suyoto dari Universitas Atmajaya Yogyakarta dan Dr. Syaiful Akbar dari ITB Bandung.
Dengan diadakan akreditasi ini FT Prodi TI dapat memacu lebih baik lagi perkembangan kemajuan, khususnya dibidang Teknologi Informatika, sejalan perkembangan teknologi informasi saat ini.
Karena tuntutan pasar maka setiap program studi harus mampu mengembangkan diri sebagai tolak ukur dalam memberikan standar pelayanan, dimana dalam akreditasi ini ada 7 standar yang akan dijadikan pengembangan program studi, yaitu :
Standar 1: Visi, Misi, Tujuan, Sasaran serta Stretegi Pencapaian, fase yang akan dicapai oleh Prodi teknik Informatika dalam jangka waktu 24 tahun, unggul dan berdaya saing dalam pengembangan IPTEK berjiwa Islami.

Baca Selengkapnya »

0

.

Gagap Informasi Menghinggapi Masyarakat Kita

Ir. Aliyadi, MM,M.Kom*

kaget

Ekspresi Kaget

Gagap: Akhir-akhir ini berkembang suatu slogan dalam bentuk pertanyaan mendasar, siapakah orang yang hebat itu? Orang yang hebat adalah orang yang cepat menangkap informasi. Orang yang cepat menangkap informasi, berarti dia lebih dulu tahu dari orang lain. Bahkan tidak mustahil, informasi itu bisa dijual dan menghasilkan uang. Betapa mahalnya suatu informasi, karena bisa menjadikan orang kaya hanya gara-gara “jualan” informasi. Bahkan ketika kita mendengarkan informasi baru dari orang lain yang kita sebelumnya tidak tahu, kadang-kadang kita merasa bodoh, kenapa kita tidak tahu informasi itu sejak lama. Untuk itu, apa yang pernah disampaikan oleh Al-Ghazali “Semakin bertambah ilmuku, semakin tahu kebodohanku” benar adanya dalam konteks pemahaman terhadap teknologi informasi dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya.

Di era persaingan global ini, upaya untuk mencetak mahasiswa yang menguasai teknologi informasi yang diharapkan nantinya menjadi lulusan yang handal dan “siap bersaing”, mandiri dan berkualitas akan menjadi tuntutan dan harapan semua pihak. Persoalan ini tidak hanya menjadi tanggungjawab dunia perguruan tinggi atau kampus semata, Dengan demikian, wajah kampus dan organisasi kemahasiswaan sebagai “kawah candradimuka” bagi mahasiswa akan semakin kokoh dan berdiri tegak di atas landasan teologis, akademis, dan yuridis yang benar. Apabila organisasi kemahasiswaan dapat melaksanakan demikian, maka wajah kampus sebagai masyarakat kecil (small society) dan komunitas ilmiah-religius (religius-scientific community) idiologis yang harus mendukung hidup suburnya tradisi ilmiah-religius, yakni berkembangnya wawasan berfikir ilmiah yang bersendikan pada ajaran agama masih tetap terjaga dengan baik, karena dihuni oleh para mahasiswa yang berkualitas, kompetitif, dan menguasai teknologi.  Disinilah pentingnya organisasi kemahasiswaan bersifat akomodatif untuk mengembangkan program-programnya secara lebih praktis-pragmatis. Namun demikian, sebagai lembaga kader, misalnya BEM, HMI, IMM yang harus tetap memegang prinsip-prinsip etika organisasi dan etika sosial yang dibingkai dengan nilai-nilai religius, tanpa harus terperangkap pada kepentingan sesaat dan segmentatif.

Untuk mendukung cita-cita ini, maka diperlukan penataan organisasi kemahasiswaan yang lebih efektif. Organisasi kemahasiswaan yang efektif ditandai dengan visi dan misi yang jelas, program yang realiabel, dan tujuan yang operasional. Dengan ini diharapkan, para lulusannya akan lebih kompetitif dimasa depan. Dalam menghadapi pasar bebas dunia tahun 2020 nanti, lulusan perguruan tinggi kita tidak hanya bersaing dengan lulusan perguruan tinggi dalam negeri lainnya, tetapi juga lulusan pendidikan tinggi negara tetangga semacam Singapura, Malaysia,  Pilipina dan Thailand bahkan perguruan tinggi negara-negara maju semacam Amerika, Jepang, Inggris, Jerman, dan Perancis. Pertanyaannya sekarang adalah, mampukah kita memenangkan persaingan ini? Hal ini penting untuk dipertanyakan, sebagai langkah antisipasi ke depan. Sebab, tanpa usaha ini, tidak mustahil mahasiswa kita akan terasing di “rumahnya sendiri”, karena tidak memenuhi logika persaingan dan tidak memenuhi selera pasar. Untuk itu, diperlukan berbagai informasi penting mengenai berbagai kiat dan strategi dalam peningkatan kualitas kelembagaan kemahasiswaan, khususnya berkaitan dengan life skills. Dengan pengembangan program yang bermuara pada life skills, diharapkan diperoleh berbagai informasi yang dapat menjadi “nafas baru” bagi peningkatan kualitas lulusan, khususnya dibidang kewirausahaan (enterpreneurship), sehingga mereka bisa mandiri dan mampu memenangkan persaingan dalam berbagai sektor kehidupan. Semoga.

Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Informasi adalah jenis acara yang mempengaruhi suatu negara dari sistem dinamis. Para konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda. Informasi bisa dikatakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, persepsi, stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi dan rangsangan mental.

Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.

Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.

Dari berbagai pernyataan tersbut, maka kita kadang tidak mampu untuk membaca arus informasi yang begitu cepat berubah, bahkan tidak mengerti kalau keadaan telah berubah, seperti orang naik kendaraan tertidur kemudian terbangun ditempat tertentu dan sang sopir bertanya, dimana kita saat ini? Maka orang yang tertidur dapat dipastikan akan bingung kemudian ganti bertanya sampai dimana kita sekarang?

Alvin Toffler pernah mengatakan bahwa kekuatan terbesar dunia sekarang ini adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Barang siapa yang tidak menguasai  pengetahuan dan teknologi, maka posisinya akan termarginalkan dan akan terhempas oleh gelombang globalisasi yang sarat dengan kompetisi.

Masih menurut  Alvin Toffler,  menyatakan bahwa gelombang peradaban manusia itu dibagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama adalah abad pertanian. Gelombang kedua adalah abad industri dan gelombang ketiga adalah abad informasi. Sementara ini Toffler baru berhenti disini. Namun teori-teori terus berkembang, saat ini peradaban manusia dengan kompetisi yang ganas dan globalisasi, masuklah manusia pada era peradaban baru yaitu Gelombang ke-4. Ada yang menyebutnya sebagai Knowledge-based Economy ada pula yang menyebutnya sebagai ekonomi berorientasi pada Kreativitas (Nenny, 2008)

Karena informasi ini apa saja bisa kita peroleh, ada informasi yang sudah bisa kita prediksi ada pula informasi yang tidak bisa diprediksi. Kalau kita mendapat informasi yang tidak kita prediksi maka kita tinggal menyaringnya, apakah informasi itu berguna atau tidak? Jika memang berguna maka transformasikan informasi tersebut menjadi sesuatu yang produktif, tapi jika tidak maka abaikan saja. Yang celaka adalah informasi itu sudah bisa diperdiksi, tetapi kita tidak mempersiapkan diri, setelah informasi itu betul-betul terjadi, yang ada adalah tergopoh-gopoh, panik dan sebagainya. Kasus ini dialami sendiri oleh penulis, kasus Borang Akreditasi untuk Fakultas Teknik, Teknik Informatika, saat Borang dikirim ke BAN PT Jakarta, salah satu stafnya menginformasikan akan di visitasi pada akhir bulan Mei, setelah itu infomasi disampaikan kepada seluruh jajaran agar mempersiapkan seluruh komponen yang dibutuhkan, dan seolah mengabaikan  dan terkesan santai. Pada hari tertentu informasi tentang kedatangan Asesor untuk melakukan visitasi benar-benar datang, tak urung semua jajaran kelebakan, merasa kurang disana sini, singkat kata panik.
Kesimpulan, kita terlalu sering mengabaikan sesuatu yang akan terjadi, menganggap bila sesuatu belum terjadi merasa masih ada waktu, akan tetapi bila hal tersebut terjadi akhirnya memaksakan diri untuk menuntaskan semua yang dibutuhkan, apakah kita akan selalu mengulangi  hal yang sama, itu namanya keb0dohan….semoga!!!!

0

.

Masihkah Jurnal Ilmiah Bemanfaat Untuk Publikasi Hasil Karya Ilmiah

Ir. Aliyadi, MM,M,Kom*

e-jurnal

Jurnal Ilmiah

Jurnal Ilmiah: Pengertian  Jurnal ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala. (Hakim, 2012)

Jurnal ilmiah wajib memenuhi persyaratan administratif sebagai berikut :

  1. Memiliki International Standard Serial Number (ISSN).
  2. Memiliki mitra bestari paling sedikit 4 (empat) orang.
  3. Diterbitkan secara teratur dengan frekuensi paling sedikit dua kali dalam setahun, kecuali majalah ilmiah dengan cakupan keilmuan spesialisasi dengan frekuensi satu kali dalam satu tahun.
  4. Bertiras tiap kali penerbitan paling sedikit berjumlah 300 eksemplar, kecuali majalah ilmiah yang menerbitkan sistem jurnal elektronik (e-journal) dan majalah ilmiah yang menerapkan sistem daring (online) dengan persyaratan sama dengan persyaratan majalah ilmiah tercetak.
  5. Memuat artikel utama tiap kali penerbitan berjumlah paling sedikit 5 (lima), selain dapat ditambahkan dengan artikel komunikasi pendek yang dibatasi paling banyak 3 (tiga) buah.

Sumber data dan informasi ilmiah yang dijadikan dasar dalam penyusunan KTI (karya tulis ilmiah) seperti jurnal ilmiah adalah tulisan yang mengandung data dan informasi yang memajukan iptek serta ditulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah.

Kaidah KTI (karya tulis ilmiah) terdiri atas sifat-sifat berikut :

  1.  Logis, berarti berunutan penjelasan dari data dan informasi yang masuk ke dalam logika pemikiran kebenaran ilmu.
  2. Obyektif, berarti data dan informasi sesuai dengan fakta kebenarannya.
  3. Sistematis, berarti sumber data dan informasi yang diperoleh dari hasil kajian dengan mengikuti urutan pola pikir yang sistematis atau litbang yang konsisten/berkelanjutan.
  4. Andal, berarti data dan informasi yang telah teruji dan sahih serta masih memungkinkan untuk terus dikaji ulang.
  5. Desain, berarti terencanakan dan memiliki rancangan, dan
  6. Akumulatif, berarti kumpulan dari berbagai sumber yang diakui kebenaran dan keberadaannya serta memberikan kontribusi bagi khasanah iptek yang sedang berkembang.

Untuk mempersepsi apa arti Jurnal Ilmiah, apakah Jurnal Ilmiah harus pisik atau dalam bentuk Hardware, bagaimana kalau dalam bentuk software misal E-Jurnal, siapa lembaga yang kridibel unuk memberikan Akresditasi jika bentuknya E-Jurnal.

Menurut hemat penulis, Jurnal Ilmiah adalah salah satu media untuk mempublikasikan hasil pemikiran atau karya seorang Ilmuwan, jika hanya di cetak dalam bentuk buku seperti selama ini, siapa yang membacanya, dan berapa orang yang sudah membacanya, apakah sudah dinjadikan referensi karya ilmiah berikutnya.

Media internet sudah menjadi media publikasi paling mudah dan murah, tinggal memberikan Link pada media lain, maka kita bisa mendeteksi bahwa karya kita memang dibaca orang, bahkandi respon memnerikan kritik dan saran.

Dengan adannya pelatihan ini akan menjadi lebih jelas peran dan fungsi Jurnal Ilmiah dalam mempublikasikan karya ilmiah seseorang…semoga!!!!!